Ads

Friday, May 8, 2015

Wana Wisata Penggaron Semarang

Wisata Alam Wana Wisata Penggaron Ungaran Kab Semarang.


Wana Wisata Penggaron sebuah hutan yang eksotis, sayangnya surga di kota semarang ini jarang tersentuh mata. Bagi pengunjung yang bertanya kepada penjaga loket, dengan jawaban yang sederhana dan apa adanya “hutan biasa yang sering dipake kemah, tidak ada yang istimewa”, tentunya akan merasa kecewa.



Apabila melintasi Jalan Tol Bawen-Ungaran, di Jembatan Penggaron layangkanlah pandangan ke sekitarnya, maka akan terlihatlah suatu pemandangan hutan yang indah, pepohonan pinus tampak lebat berdiri tepat di sekeliling jembatan. Di pagi hari Nampak selimut kabut tipis bergelayutan. Sungguh Cantik nian!


Ketika mulai menerobos dan merambah hutan, akan disambut hutan lebat dengan dedaunan yang rimbun, batang pohon yang menjulamng tinggi dengan susunan yang unik malang melintang tak beraturan, ketidak beraturan yang misteri, angin semilir mengelus-elus lembut, lingkaran hidup yang alami, kuasa Illahi yang tak tertandingi. Bunga-bunga cantik dengan species yang jarang dijumpai, siulan burung-burung yang bersahutan irama alami menyentuh kalbu. Bukalah mata hati, maka akan terhampar surga dunia yang dasyat di kota semarang.


Konsep yang diterapkan sebenarnya sangat menarik, hutan luas dengan pepohonan eksotis, jalanan halus dan tertata, ada bumi perkemahan, dan beberapa hewan yang bisa dilihat seperti merak dan monyet, warung disekitar wisata, tempat bermain untuk anak-anak seperti ayunan, jungkat-jungkit, tapi sayangnya tidak terawat dan sepi pengunjung, hanya ada beberapa sepeda motor, itupun hanya pasangan muda-mudi yang yang sedang menebar pesona mengumbar janji. Surga dunia di kota semarang yang dasyat ini hanya digunakan unruk pacaran.









Awalnya Wana Wisata penggaron ini berada di sebelah selatan tapi karena pernah terjadi longsor maka tahun 1997 dipindahkan disebelah utara, selain itu factor keterjangkauan mobil untuk memasuki hutan menjadi pertimbangan.




Dengan berkendaraan pengunjung bisa berkeliling menerobos hutan yang sangat luas ini melalui jalan-jalan yang membelah rerimbunan pepohonan. Dikarenakan perawatan yang sangat minim jalananpun terkesan apa adanya, naik sepeda motor maupun mobil haruslah berhati-hati.

Tepat di sebelah arena permainan anak, terdapat jalan kecil yang naik ke atas yang akan membawa pengunjung ke Puncak Pemandangan. Mengingat jalannya yang menanjak curam dan licin lebih enak memilih berjalan kaki, atau kalaupun mau bisa saja naik sepeda motor.

Jalan seukuran dua motor ini akan mengarah ke dalam hutan yang sangat lebat. Aura ke puncak pemandangan juga terasa penuh kemagisan. Puncak pemandangan terbagi ke dalam dua bagian, bagian bawah membuat bisa melihat pohon-pohon pinus dengan lebih dekat. Entah berapa usia pohon-pohon itu karena batangnya saja sudah setinggi 10 meteran. Dari bagian atas, bisa melihat area hutan yang lain termasuk sawah penduduk dan jalan tol Bawen-Semarang.

Kawasan dan Lokasi Wana Wisata Penggaron
Terletak di wilayah administratif Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten semarang, sekitar 2 km arah Kota Ungaran atau sekitar 18 km arah Selatan Kota Semarang.

Wana Wisata ini adalah salah satu hutan binaan Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata, Benih dan Usaha Lain (KBM WBU I) Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Masyarakat sekitar Semarang biasa memanfaatkan Wana Wisata Penggaron ini untuk berbagai aktivitas. Mulai dari olah raga, jungle tracking, outbound training, latihan SAR dan Pramuka, rekreasi, hingga penelitian dan kepentingan ilmu pengetahuan lainnya.

Wanawisata Penggaron juga merupakan lokasi pengamatan burung (bird watching) yang cukup bagus. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kota, Wanawisata Penggaron juga memiliki koleksi kehidupan liar terutama burung yang cukup banyak dan menarik diantaranya Merak Hijau, Elang Ular Bido, Kadalan Birah, Kadalan Kembang dan beberapa raptor migran.

Potensi berupa keaneka ragaman jenis burung di dalamnya serta jalur migrasi raptor dari belahan bumi utara tersebut, diharapkan mampu membuat Wana Wisata Penggaron bukan hanya dikenal sebagai hutan wisata yang biasa saja, namun juga mampu menjadi ekoeduwisata (wisata alam yang berwawasan lingkungan dan pendidikan).

Lokasi
Dari arah Kota Salatiga, Solo atau Jogja ambil arah Kota Semarang tanpa melalui jalan tol. Jalan masuk menuju Wana Wisata Penggaron berada di sekitar papan selamat datang Kota Semarang. Paling mudah, pilihlah jalan masuk yang berada tepat di depan Warung Spesial Sambal dan ikuti papan penunjuk arah "Wana Wisata Penggaron" yang tersebar dimana-mana.

Jika datang saat musim penghujan maka persiapkan jas hujan, bekal air minum, dan sepatu/sandal anti selip. Cek juga kondisi ban motor/mobil beserta remnya. Jalanan benar-benar licin!

Tersedia camping ground di lokasi bagi yang hendak berkemah. Tentu, ada biaya sendiri dan tiket masuk yang dikenakan juga berbeda.

Lastly, jangan mengambil apapun selain gambar, jangan membunuh apapun selain waktu, dan jangan meninggalkan apapun selain jejak kaki. Ingatlah, ini adalah hutan yang merupakan rumah bagi banyak organisme lain selain kita. Respect the nature, please!

Lokasi Wana Wisata Penggaron:
GPS Waypoint: 7°6?54.52?S (Latitude) 110°25?14.16?E (Longitude)
Google Map Refference ( -7.115145,110.4206)
https://www.google.co.id/maps/place/Wisata+Alam+Wana+Wisata+Penggaron/@-7.116159,110.422425,17z/data=!3m1!4b1!4m2!3m1!1s0x2e70f4af9867e327:0x61b48960505b716e

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN 


Mobil berpelat merah H 1 tiba-tiba berhenti di pintu gerbang Wana Wisata Hutan Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (1/10/2013). Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turun dan menghampiri petugas loket.

“Ramainya hari apa?” tanya Ganjar.

“Ramainya Sabtu dan hari libur, Pak,” jawab sang petugas.

Ganjar kemudian keliling Wana Wisata Hutan Penggaron dan berhenti di kawasan Drive in Golf. Ganjar manggut-manggut ketika melihat kawasan Wana Wisata Hutan Penggaron menyimpan potensi cukup besar untuk meningkatkan pariwisata Jawa Tengah.

“Kalau kita punya niatan untuk mengembangkan potensi wisata di Jawa Tengah, potensi di sini oke banget, dekat kota, akses jalannya bagus termasuk dekat tol. Dari sisi jalan tidak ada masalah, ini harus terus didorong,” ujarnya.

Pengembangan wisata di Hutan Penggaron, kata Ganjar, bisa dilakukan melalui mekanisme kerja sama operasi (KSO). “Kalau kendalanya model pengelolaan, sebenarnya bisa segera didorong dari sekarang untuk memilih yang mana model pengelolaannya. Jadi dihitung dulu untung ruginya dari segala macam aspek untuk model pengelolaannya,” ujarnya.

Ganjar mengatakan, tren penurunan pengunjung Wana Wisata Hutan Penggaron akibat tidak adanya wahana lain selain wisata alam.

”Kalau wisata alam dan fasilitasnya mung kaya ngene ya tidak menarik pengunjung. Konsep Taman Safari sangat menarik, juga banyak wahana dimunculkan, baik alam dan wahana lainnya. Kalau mau membayangkan wahananya sekelas Disneyland, jangan sekelas Ancol,” ujarnya.

Untuk mewujudkan Jateng Park, kata Ganjar, harus segera dipercepat perencanaan pembangunannya. “Dengan dibangunnya Jateng Park akan meningkatkan nilai tambah bagi daerah di sekitarnya. Jadi harus dipercepat, kalau bisa didorong terus kapan mulai bekerja dan rencana aksinya," katanya.

General Manager Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan Pengelolaan Lain, Perhutani, Budi Setiono mengatakan, pembangunan Jateng Park di lahan Perhutani seluas 500 hektar sudah siap dilaksanakan.

“Investor dari PT Bangunrimba Abadi yang juga mengelola taman safari di Jawa Barat dan Jawa Timur sudah berminat. Mereka telah melakukan pembahasan dan peninjauan di lokasi pada Juli 2013 lalu,” ujarnya.

Untuk konsep, kata Budi, dari pihak investor menawarkan tema padang pasir. “Menurut investor tempat wisata harus punya tema, kalau tidak ada tema pengunjung akan bosan. Jika terealisasi ditargetkan sebanyak satu juta pengunjung. Kalau saat ini pengunjung wana wisata pada tahun 2012 mencapai 10.998 pengunjung dan trennya turun dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Budi mengatakan taman safari akan menempati lahan seluas 50 hektar atau 10 persen dari total luas lahan. “10 persen hanya untuk taman safari, sisanya untuk wisata alam, golf, penginapan dan lainnya. Namun konsepnya tidak mengubah alam, menebang pohon, tidak mematikan mata air, dan tidak menggangu resapan air tanah,” ujarnya.

Untuk rencana pembangunan, kata Budi, sudah dibahas dan disetujui Pemprov Jateng dan Pemkab Semarang. “Kendala dalam pembangunan Jateng Park adalah model pengelolaan yakni apakah memakai sistem kerjasama, pinjam pakai, atau tukar guling, itu belum diputuskan. Model pengelolaan masih akan dibahas dengan Dirjen dan Kementerian,” ujarnya.

Seusai instruksi Gubernur, kata Budi, pihaknya akan mengirim surat kepada investor dan semua pihak terkait untuk membahas pembangunan Jateng Park. “Minggu ini akan kami surati semua pihak termasuk investor untuk pembahasan lebih lanjut terkait pembangunan Jateng Park,” ujarnya.

Kegiatan BLAZERIAN SEMAR MESEM

No comments:

Post a Comment