Ads

Friday, December 26, 2014

Candi GEDONGSONGO


Candi Gedong Songo merupakan warisan Cagar Budaya yang berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang - Jawa Tengah. Kompleks candi ini dibangun sekitar abad ke-9 masehi. Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa, yakni “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Jadi Arti kata Gedong Songo adalah sembilan (kelompok) bangunan.

Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang. Terkadang kabut tipis turun dari atas gunung sering muncul yang mengakibatkan mata tidak dapat memandang Candi Gedong Songo dari kejauhan. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin.

Komplek candi ini di buat berderet dari bawah ke atas perbukitan mengintari kawah sumber air panas. Pembuatan candi yang simetris dan berada di atas bukit menunjukan perpaduan dari dua religi yaitu lokal yang menganut kepercayaan terhadap nenek moyang dan budaya hindu dimana candi sebagai tempat tinggal para dewa. Candi yang dibuat kuncup ke atas mirip dengan budaya jaman batu yaitu punden berundak-undak. Prinsipnya bawah semakin ke puncak, maka roh nenek moyang semakin dekat dengan manusia. Nah, kedua budaya ini menyatu di Candi Gedong Songo dengan mendefinisikan sebagai tempat persembahan untuk roh nenek moyang dimana tempat untuk melakukan prosesi tersebut berada di komplek candi yang berada di atas perbukitan.




Setelah sampai di lokasi puncak dari Candi Gedong Songo ini, bakal di suguhi pemandangan pegunungan-pegunungan yang membentang luas. Dan komplek candi ini juga di kelilingi deretan gunung-gunung seperti Gunung Merbabu, Gunung Temoloyo, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Dengan berbagai macam keindahan di sekitar komlek candi ini nggak akan bikin bosen para penelusur deh buat berlama-lama disini.

Arca-Arca di komplek Candi Gedong Songo yang dibuat pada abad ke 8 Masehi tidak lagi lengkap. Arca-arca yang di jumpai hanya beberapa yang tersisa, seperti Durga (Istri Siwa), Ghanesa (Anak Siwa), Agastya (Seorang Resi) Serta dua pengawal dewa Siwa yaitu Nandiswara dan Mahakala yang bertugas menjaga pintu candi.

Komplek Candi Gedong Songo sendiri di temukan oleh Loten, pada tahun 1740. Pada masa setelahnya, Rafles mulai mencatatnya dengan memberi nama gedong pitoe (tujuh) karena hanya menemukan 7 kelompok bangunan sekitar tahun 1804. Namun baru pada tahun 1925, Van Braam membuat publikasi adanya candi di sekitar perbukitan Ungaran. Lalu Friederich dan Hopermans menulis tentang Gedong Songo, dan Van Stein Calefells melakukan penelitian di sekitar Komplek Candi Gedong Songo pada tahun 1908. Sekitar tahun 1911-1912 Knebel melakukan inventarisasi semua komplek candi Gedong Songo.


Pada tahun 1916, Pemerintah Belanda secara resmi mulai melakukan penelitian di komplek candi yang diserahkan tugas pada saat itu adalah oleh Dinas Purbakala Belanda. Pada tahun 1928-1929, dilakukan pemugaran candi Gedong 1. Pada tahun 1930-1932 dilakukan pemugaran pada candi Gedong 2. Pemerintah Indonesia memulai pemugaran pada tahun 1977-1983, yang dipugar pada pada komplek candi gedong 3 , 4 dan 5. Pada saat itu yang melakukan tugas pemugaran adalah SPSP, pada saat ini namanya berubah menjadi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala. Pada tahun 2009 Pemerintah Indonesia mulai melakukan pemetaan ulang semua komplek candi Gedong Songo.

Untuk menuju ke Gedong Songo harus hati-hati dalam berkendaraan, karena jalan sempit dan berkelok-kelok. Apalagi ketika turun hujan, sebaiknya jalan pelan-pelan. Setelah melewati gapura masuk Gedong Songo, silakan untuk mengunakan gigi rendah karena jalan sangat menanjak dan sempit. Ketika memasuki sekitar desa jalan semakin menanjak, terutama di bagian belokan setelah parkir luar komplek Candi Gedong Songo. Banyak motor dan mobil kewalahan dan terpaksa berhenti di tengah tanjakan karena tidak kuat untuk naik lagi.

Pandangan pertama Petualang akan tertuju pada gapura masuk yang mirip candi, lalu berjalan sebentar akan bertemu dengan tempat tempat pentas dan komplek candi Gedong Songo I . Kebanyakan para petualang akan berfoto ria di komplek candi ini. Untuk yang satu ini Petualang wajib antri dan sabar.

Mister Candi Gedong Songo Semarang

Sampai dengan saat ini para ahli arkeologi belum dapat menemukan satupun bukti sejarah candi gedong songo mengenai tahun pembangunan kompleks Candi Gedong Songo berikut latar belakang pembangunannya. Namun dilihat dari bentuk arsitektur dan lokasinya, bisa diprediksi bahwa kompleks candi ini dibuat pada masa pemerintahan dinasti Sanjaya Hindu di Jawa yaitu sekitar abad ke-8.

Letak candi yang berada di perbukitan juga menunjukkan fungsinya yaitu sebagai tempat untuk pemujaan. Karena menurut kepercayaan Hindu pada masa itu, gunung dianggap sebagai kahyangan atau surga tempat para dewa. Selain itu kesimpulan tersebut juga bisa diambil dari ciri bentuk bangunan yang sangat mirip dengan kompleks Candi Dieng.

Candi Gedong I,


Berjarak sekitar 200 meter dari pintu masuk melalui jalan setapak yang naik. Ketinggian lokasi candi adalah 1208 meter di atas permukaan laut. Terdiri dari satu buah candi yang menghadap ke barat. Bentuk atap candi terdiri atas 3 tingkat. Masing-masing tingkat dihiasi oleh segitiga-segitiga dengan ukiran pada batuan candi. Di dalam candi pertama ini, terdapat Yoni, tetapi tanpa Lingga. Banyak batuan pada badan candi pertama yang telah rusak dan terlihat rapuh.

Dapat memanfaatkan jasa transportasi kuda untuk berwisata mengelilingi obyek wisata Candi Gedong Songo.

Candi Gedong II


Kurang lebih 500 meter dari komplek Candi I, dengan mengikuti jalan setapak yang sudah di paving. Pada saat ini, pengelola candi Gedong Songo membuat jalur baru yang memisahkan antara jalur Hikingers dan jalur kuda. Jalur Hikingers akan di belokkan ke kanan, melewati perbukitan dan warung makan. Beberapa Gazebo di siapkan untuk tempat istirahat para Petualang yang lelah naik ke perbukitan. Jalannya cukup bersih karena (maaf) tidak ada kotoran kuda disana-sini. Untuk jalur kuda berada di sebelah kiri yang letaknya agak berjauhan.

Lokasi Candi gedong songo II ini berada diketinggian 1274 meter diatas permukaan laut, dari candi gedong songo II sangat mudah mencapai keseluruh candi-candi yang lain karena jaraknya berdekatan. pemandangan candi-candi sekitarnya pun bisa terlihat, serta terlihat perkebunan milik warga dan pemandangan di kota ambarawa dari ketinggian.

Di komplek ini merasakan perbedaan dengan candi yang kesatu. Letaknya yang berada di ketinggian sangat bagus untuk eksplore sejarah dan berfoto ria. Sama dengan candi yang kesatu, komplek candi kedua juga hanya ada 1 buah candi. Beberapa bekas candi nampak sangat buruk karena keberadaannya tidak nampak lagi. Entah belum jadi, atau ‘diamankan’ untuk tujuan tertentu.




Candi Gedong III




Ketinggian lokasi candi adalah 1297 meter di atas permukaan laut. Terdiri dari tiga bangunan yang masih berdiri utuh.

Sebuah candi perwara di samping candi utama (menghadap ke barat) dan sebuah bangunan semacam ruang penyimpan di depan candi utama.

Atap candi utama terdiri atas 4 tingkat dengan hiasan stupa dan Antefix, atap candi perwara terdiri atas tiga tingkat dengan hiasa stupa dan Antefix, serta bangunan di depan candi utama yang beratap stupa berderet tiga buah.

Candi utama pada kompleks ini adalah satu-satunya candi yang menggunakan hiasan Makara pada tangga di depan pintu masuknya. Arca-arca di candi utama juga masih lengkap di tiap relung pada tiap sisinya. Di pintu masuk candi utama terdapat arca Mahakala dan Nadiswara.

Di sisi utara, timur, dan barat masing masing berisi arca Dewi Durga Mahesasuramardhani, Ganesha, dan Agastya.

Disela-sela antara Candi Gedong III dengan Gedong IV terdapat sebuah kepunden gunung sebagai sumber air panas dengan kandungan belerang cukup tinggi. Para wisatawan dapat mandi dan menghangatkan tubuh disebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut.

Bau belerangnya cukup kuat dan kepulan asapnya lumayan tebal ketika mendekati sumber air panas tersebut.



Candi Gedong IV

Terletak pada ketinggian 1.295 meter di atas permukaan laut. Candi ini mempunyai keunikan tersendiri . Ada delapan candi yang mengelilingi candi utama. Ini bisa dilihat dari puing-puing yang berformasi dua candi di samping kanan-kiri, sebuah di belakang dan tiga buah di depan candi utama.

Atap candi utama terdiri atas 4 tingkat, di mana masing-masing tingkat terdapat hiasan stupa. Pada dinding candi utama sisi bagian selatan, terdapat sebuah arca yang tidak begitu jelas penggambarannya.

Di depan lokasi candi keempat terdapat lapangan yang cukup luas, kurang lebih dua kali lapangan sepak bola dan datar. Lapangan ini biasanya dipakai untuk bermain sepakbola oleh warga sekitar, lokasi perkemahan atau untuk acara-acara tertentu.

Candi Gedong V




Berada di bukit paling atas dan merupakan candi terakhir yang kami temukan. Mengapa Candi terakhir ?? karena tidak ada lagi candi setelah candi ini. Mungkin sisanya telah hancur bangunannya dan penyebab-penyebab lainnya. Perlu di ketahui bahwa di Candi Gedong V ini ada 2 - 3 candi yang bangunannya juga tidak utuh lagi begitu juga candi-candi sebelum Candi Gedong V ini.

Ketinggian lokasi candi adalah 1308 meter di atas permukaan laut. Merupakan candi dengan lokasi paling tinggi dan teakhir diantara lokasi candi yang lain. Beruntungnya, bila cuaca mendukung, maka yang terlihat dari sini sungguh menakjubkan. Rawa pening terlihat sangat indah dibawah sana. Asap putih dari tempat pemandian dikawasan ini juga membuat eksotis pemandangan.

Obyek Wisata Candi Gedong Songo cocok sekali untuk refreshing pemandangan alam sekaligus trackking. Karena dari Pintu masuk hinga Candi terakhir yaitu Candi Gedong V lumayan menanjak. Dan sangat dekat sekali dengan Puncak Gunung Ungaran.

Pemandangan dari Candi Gedong V sangat indah sekali, ke arah bawah kita dapat melihat Rawa Pening di Salatiga dan Kota Ambarawa. Ke arah belakang / atas dapat kita lihat Puncak Gunung Ungaran yang sangat indah di selingi asap belerang yang muncul dari sela-sela jurang antara Candi Gedong III dan IV.

Karena keindahannya Candi Gedong Songo ini sering menjadi tempat yang indah untuk foto foto Pre Wedding.

Sejarah Penemuan Candi Gedong Songo :
Tahun 1740, Loten menemukan kompleks Candi Gedong Songo.
Tahun 1804, Raffles mencatat kompleks tersebut dengan nama Gedong Pitoe karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan.
Tahun 1925 Van Braam membuat publikasi mengenai Candi ini.
Tahun 1865 Friederich dan Hoopermans membuat tulisan tentang Gedong Songo.
Tahun 1908 Van Stein Callenfels melakukan penelitian terhadap kompleks Candi Gedong Songo
Tahun 1910-1911 Knebel melakukan inventarisasi pada Candi ini .

Akses menuju menuju Candi Gedong Songo :
  • Dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam. Diperlukan waktu lebih kurang 40 menit.
  • Dari Bandungan dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari obyek wisata Bandungan.
  • Dari Semarang, arahkan kendaran menuju Solo - Jogja atau tepat menuju Bawen. Setelah masuk Bawen akan menemukan petunjuk menuju Candi Gedong Songo. Lama perjalanan dari kota Semarang lebih kurang 1,5 jam dengan kondisi lalu lintas lancar.
  • Dari Salatiga / Solo / Jogja arahkan kendaraan menuju Bawen. Melewati jalan raya utama menuju kota Semarang. Setelah masuk Bawen akan menemukan petunjuk menuju Candi Gedong Songo. Dari Bawen menuju obyek Wisata ini lebih kurang 30 - 45 menit.

Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini :
  • Ungaran – Gedong Songo : 25 km
  • Ambarawa – Gedong Songo : 15 km
  • Semarang – Gedong Songo : 45 km

Album kegiatan BLAZERIAN SEMAR MESEM

No comments:

Post a Comment